Kanker Usus Besar

Usus, terutama usus besar dan anus (rectum), adalah bagian terakhir dari proses pencernaan kita. Fungsinya tidak lain adalah untuk mengabsorbsi zat makanan yang masih tersisa, menyimpan ampas sisa makanan, dan membuangnya sebagai kotoran (feses). 
Karena setiap hari ‘bergaul’ dengan kotoran, tak dapat disangkal bahwa usus terpapar dengan beragam kuman, zat karsinogen, lemak, dan beragam senyawa berbahaya lainnya. Lemak dan zat karsinogen yang mengendap di usus besar berpotensi menyebabkan kanker usus besar.
tahapan penanganan kanker usus besar

Kanker usus besar adalah salah satu jenis kanker yang cukup sering ditemui, terutama pada pria dan wanita berusia 50 tahun atau lebih.  Pada pria, kanker usus besar menempati urutan ke-3 sebagai kanker yang paling sering ditemui, setelah kanker prostat dan paru-paru. Pada wanita juga menempati urutan ke-3 setalah kanker payudara dan paru-paru.
Kanker usus besar adalah tumbuhnya sel kanker yang ganas di dalam permukaan usus besar atau anus. Kebanyakan kanker usus besar berawal dari pertumbuhan sel yang tidak ganas atau adenoma, yang dalam stadium awal membentuk polip (sel yang tumbuh sangat cepat).
Pada stadium awal, adenoma dapat diangkat dengan mudah. Hanya saja pada stadium awal ini seringkali adenoma tidak menunjukkan gejala apapun sehingga tidak terdeteksi dalam waktu yang relatif lama. Gejala awal yang tidak khas ini membuat banyak penderita kanker usus besar datang ke rumah sakit ketika penyakit sudah pada stadium-stadium akhir sehingga upaya pengobatan pun menjadi sulit.
Dengan menganalisa gejala dan kemudian mengambil tindakan pemeriksaan secara medis merupakan tindakan paling bijaksana untuk mengantisipasi sel kanker berkembang.

Gejala kanker usus besar adalah:
  • Lelah, sesak napas waktu bekerja, dan kepala terasa pening
  • Perdarahan pada anus, rasa kenyang bersifat sementara, atau kram lambung, serta adanya tekanan pada anus.
  • Adanya darah dalam tinja, seperti terjadi pada penderita pendarahan lambung, polip usus, atau wasir.
  • Pucat, sakit pada umumnya malnutrisi, lemah, kurus, terjadi penumpukan cairan di dalam rongga perut, pembesaran hati, serta pelebaran saluran limpa.

Penyebab Kanker Usus Besar
Kanker usus besar sangat terkait dengan pola makan, obesitas, dan gaya hidup. Itu semua tidak bisa terlepas dari pengaruh faktor resiko seperti keturunan, usia, dan lingkungan yang tidak sehat.
Berikut ini beberapa penyebab lain:
  • Radiasi bebas karena polutan seperti asap rokok, pencemaran udara.
  • Terkontaminasi zat-zat kimia tertentu seperti logam berat, toksin, ototoksin, serta gelombang elektromagnetik. 
  • Kurang asupan serat.
  • Asupan zat besi yang berlebihan.
  • Kelebihan lemak jenuh.
  • Mengonsumsi minuman beralkohol. Usus mengubah alkohol menjadi asetilaldehida yang sangat berperan dalam meningkatkan resiko menderita kanker usus.
Sangat dianjurkan untuk melakukan deteksi dini pada kanker usus, ini wajib dilakukan pada mereka yang telah menginjak usia 50 tahun.
Deteksi juga diutamakan bagi yang memiliki riwayat penderita kanker dalam keluarga, maupun pada mereka yang telah mengalami gejala seperti perdarahan pada saat buang air besar dan tertutupnya jalan usus atau penyumbatan.
Salah satu metode deteksi kanker usus yang paling populer adalah Kolonoskopi. Pada pemeriksaan ini digunakan alat endoskopi fiberoptik. Alat tersebut dapat melihat sepanjang usus besar, memotretnya, sekaligus biopsi tumor bila ditemukan. Untuk melakukan kolonoskopi, Anda dapat menghubungi dokter Spesialis Gastro Enterologi di rumah sakit terpercaya.

Penanganan Kanker Usus
Jika dokter mengindikasi adanya kanker usus besar, maka ada beberapa tindakan yang harus dilakukan.
1. Kemoterapi
Metode ini dilakukan untuk mengatasi kanker. Kemoterapi berarti menyuntikkan zat kimia (obat sitostastik) untuk mematikan sel-sel kanker. Karena efeknya mematikan sel maka efek negatif dari kemoterapi adalah rusaknya sel-sel tubuh di sekitar bagian tubuh yang terjangkit kanker.

2. Radiasi
Radiasi atau metode penyinaran adalah penggunaan sinar radiologi untuk mematikan sel kanker.

3. Operasi
Operasi adalah tindakan lokal untuk mengangkat sel-sel kanker dengan cara pembedahan. Untuk kasus kanker usus besar biasanya usus yang terkena kanker dipotong dan disambung kembali. Jika anus yang terkena kanker maka anus akan diangkat kemudian dibuatkan dubur buatan di perut.

Bagaimana HD Menolong?
Keunggulan produk perlebahan selain kaya akan polyfenol dan bioflavonoid yang diakui sebagai antioksidan alami,juga mengandung zat yang mampu merangsang antioksidan alami dari dalam tubuh. Untuk penanganan kasus kanker gunakan:
1. Propoelix Plus
Dengan kombinasi propolis, jamur Lingzhi, Maitake, dan Shiitake, Propoelix Plus sangat ampuh  untukmembunuh sel kanker dan berperan sebagai kemopreventif.

2. Royal Jelly Liquid
Royal Jelly mampu mempercepat proses regenerasi sel yang mengalami kerusakan sehingga sangat baik digunakan oleh penderita kanker dan meminimalkan efek negatif kemoterapi seperti panas, mual, rambut rontok, dsb.

3. Pollenergy
Menjadi sumber multivitamin dan mineral lengkap yang dibutuhkan tubuh serta menambah energi agar penderita kanker tidak lemas.

Peningkatan penderita kanker dari tahun ke tahun membuktikan bahwa kanker adalah salah satu penyebab kematian utama saat ini. Keberhasilan pengobatan sangat ditentukan oleh jenis kanker, stadium kanker, keadaan umum penderita, dan usaha penderita untuk sembuh.
***


info dan pemesanan, silahkan menghubungi:
icha 
WA/Telp: 085267504271

4 Responses to "Kanker Usus Besar"

  1. terima kasih gan infonya,
    sangat bermanfaat untuk kesehatan kita,,,
    Tips Kesehatan dan Kecantikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih untuk kunjungannya mbak Riska :)

      Hapus
  2. Balasan
    1. terimakasih untuk kunjungannya kawan :)

      Hapus

Harap memberikan komentar yang relevan dengan post, bukan spam, dan tidak menggunakan kata-kata kasar atau menyinggung SARA.
Terimakasih.