Nutrisi Bagi Penderita Autis

Kondisi umum yang sering terjadi pada anak autis adalah terjadinya gangguan pencernaan dan penyimpangan metabolisme, belum lagi kecenderungan anak yang pilih-pilih makanan (picky eater) dan juga pola diet yang ketat seringkali menyebabkan terjadinya defisiensi vitamin pada anak. Karenanya peran serta orangtua dalam memberikan nutrisi yang tepat pada anak autis harus dilakukan agar tumbuh kembang anak dapat tetap berlangsung secara optimal.

cidera otak anak
Sebaiknya segera lakukan deteksi dini autisme pada anak Anda. Semakin cepat autisme didiagnosis, semakin cepat pula penanganan dan terapi dapat dilakukan untuk menolong buah hati Anda.
Sebagian besar penderita autis memiliki reaksi negatif terhadap casein (protein yang terdapat pada produk susu dan keju) dan gluten (protein yang terkandung dalam gandum, barley, dan tepung terigu) sehingga sebaiknya Anda menghindari makanan yang mengandung zat tersebut.
Sebaiknya juga Anda tidak terlalu sering memberikan makanan manis, karena justru dapat mempersubur perkembangan jamur dan mikroba usus.

Ada beberapa komplikasi yang dapat terjadi pada penderita autisme. Komplikasi tersebut terutama berimbas pada gangguan tumbuh kembang dari penderita autisme. Beberapa komplikasi tersebut adalah :
a. Gangguan Nutrisi (Gizi)
Nutrisi yang kurang atau yang lebih dikenal dengan malnutrisi adalah salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada penderita autism. Hal ini disebabkan karena penderita autis tidak dapat makan makanan tertentu yang mengandung gluten seperti : biscuit, mie, roti dan segala bentuk kemasan lain dari terigu. Penderita autis juga tidak dapat memakan makanan atau minuman dengan kandungan casein seperti : susu sapi, keju, mozzarella, butter ataupun permen. Anak autis juga cenderung malas makan sehingga asupan makanan yang masuk tidak adekuat. Untuk itu diperlukan diet yang tepat bagi penderita autis.

b. Gangguan Metabolisme sistem pembuangan racun dan logam berat

c. Gangguan metabolisme khususnya terjadi pada metabolism melationin, dimana metabolism tersebut berfungsi sebagai detoksifikasi logam berat yang masuk kedalam tubuh. Adanya kegagalan pada metabolism melationin mengakibatkan system pembuangan racun dan logam berat di dalam tubuh menjadi terganggu.

d. Gangguan penyerapan dan pencernaan makanan
Gangguan ini dapat terjadi sebagai akibat lanjutan dari ketidak matangan (imaturitas) usus selama dalam masa kehamilan. Hal ini berkaitan dengan nutrisi yang dikonsumsi oleh ibu hamil tersebut. Imaturitas usus tersebut berlanjut hingga mengakibatkan gangguan pada proses mekanik pada proses peristaltic dan penyerapan di mukosa usus.

e. Gangguan sistem kekebalan tubuh
Gangguan ini terjadi akibat lanjutan dari system imun tubuh yang menurun akibat tidak adekuatnya nutrisi pada masa kehamilan dan adanya gangguan pada system syaraf di otak.

f. Kerusakan Komunikasi Verbal Persisten
Kerusakan komunikasi verbal menetap dapat terjadi apabila gejala klinis dari gangguan bucara caik verbal amaupun non-verbal tidak dapat ditanggulangi dengan baik. Penderita akan mengalami kesulitan untuk berinteraksi dan berbicara dengan orang lain akibat dari keterlambatan bicara atau tidak bicara sama sekali yang ia alami sejak usia dini dalam waktu lama.

g. Gangguan sosial
Isolasi sosial merupakan salah satu komplikasi yang terjadi akibat dari gejala klinis pada gangguan interaksi sosial yang tidak ditindak lanjuti. Penderita akan mengalami keterbatasan dalam bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya dan aktualisasi diri.

Langkah pengaturan pola makan pada penderita autis : 
  1. Beralih pada makanan sehat. 
  2. Penuhi kebutuhan nutrient dasar secara adekuat. 
  3. Berikan tambahan vitamin/mineral.
  4.  Berikan tambahan omega 3dan omega 6. 
  5. Terapi gejala gastrointestinal. 
  6. Kenali dan ketahui alergi pada makanan. 
  7. Pikirkan terhadap pemberian diet khusus.  

Anak-anak autis tampaknya menderita masalah pencernaan dan alergi lebih dari anak-anak yang tidak memiliki autisme.  Suatu fakta yang telah mendorong penelitian tentang diet  yang berkaitan dengan autisme dan dalam hal mengeksplorasi penggunaan terapi gizi untuk mengobati gangguan pada anak autis.


Namun demikian, para ahli gizi juga mengemukakan bahwa tidak ada suatu pola diet yang tepat bagi semua anak dengan autisme. Karena itu sebelum menentukan pola diet yang tepat, seorang anak autis dianjurkan untuk melakukan tes alergi terlebih dahulu untuk mengetahui makanan apa yang dapat atau tidak dapat dikonsumsinya.


Beberapa Jenis Diet Pada Penderita Autisme:

a. Diet bebas ikan
Sebisa mungkin hindari pemberian ikan-ikanan pada anak penderita autisme. hal ini disebabkan kandungan logam beratnya yang tinggi akibat pencemaran lingkungan yang terdapat pada ikan terutama ikan laut.jenis ikan yang dapat diberikan hanya : ikan salmon, ikan tuna, ikan makarel / tenggiri.

b. Diet bebas gula
Membatasi asupan gula baik asupan gula yang berasal dari gula murni maupun gula buatan.
Gula Murni:
Gula yang tidak diberikan: Gula pasir, syrup, minuman yang berkarbonasi dan jus buah dalam kemasan.
Gula pengganti: Jus buah alami tanpa gula, gula palem namun dengan jumlah yang sedikit dan hanya untuk dicampur kedalam pembuatan kue, gula buah (fruktosa) namun tidak dalam frekuensi sering.

Gula Buatan:
Gula yang tidak diberikan: Gula dari saccharine, aspartame seperti Tropicana slim dan equal.
Gula pengganti: Gula stevia, gula gyserin, dan gula jagung (gula sarbitol) dengan penggunaan secara bergantian.

c. Diet bebas jamur
Diet ini bertujuan untuk mencegah timbulnya kembali infeksi jamur dalam usus. Sesuai dengan namanya, semua jenis makanan yang diolah dengan proses fermentasi tidak diberikan. Jenis makanan tersebut seperti :
- Kecap
- Tauco
- Keju
- Kue yang dibuat dengan menggunakan soda pengembang, vermipan, atau sejenisnya.
- Makanan yang sudah lama disimpan atau buah-buahan yang dikeringkan.
- Hindarkan makanan yang dibuat melalui peragian (tempe, roti, dan lain-lain)

d. Diet bebas GFCF (Gluten free – Casein free)
Diet ini adalah diet dengan menghindarkan semua produk yang mengandung gluten dan casein.
Makanan yang tidak dapat diberikan: Biscuit, mie, roti, kue-kue, snack dan segala jenis makanan lain yang mengandung tepung terigu. Hindarkan beras ketan karena mengandung gluten yang cukup tinggi. Makanan atau minuman yang mengandung susu sapi seperti: keju, mozzarella, butter, permen susu, es krim, yoghurt, sancks dll.
Makanan Pengganti: Makanan yang mengandung tepung beras, tepung larut atau tepung tapioca.

e. Diet bebas zat aditif
Jangan memberikan makanan dengan zat aditif atau makanan yang mengandung campuran bahan-bahan kimia.
Makanan yang tidak dapat diberikan: Makanan olahan seperti sosis, kornet, nugget, bakso olahan dan lainnya.
Makanan Pengganti: Gunakan makan yang dimasak secara alami. Gunakan pengganti warna makanan dengan bahan-bahan alami seperti : daun pandan, daun suji, kunyit dan bit.

f. Diet bebas fenol dan salisilat
Makanan yang tidak dapat diberikan: Jeruk, Tomat, dan buah-buahan berwarna cerah seperti anggur, ceri, plum, prun, apel, almond dll.
Makanan pengganti: Ganti buah-buahan tersebut dengan buah-buahan yang betakaroten seperti : pepaya, mangga, bit, kiwi, nanas dan wortel. Perbanyak memakan sayur-sayuran sebagai penambah serat agar anak tidak susah buang air besar karena keterbatasan konsumsi buah.

g. Diet rotasi dan eliminasi
Sebagian besar penderita autisme mempunyai alergi makanan akibat penumpukan makanan yang sama akibat konsumsi yang berlebihan, maka perlu dilakukan rotasi makanan dan eliminasi yakni dengan menggunakan makanan yang bervariasi. Setelah di tes pada makanan, apabila IgG dalam kadar rendah, makanan tersebut dapat diberikan dengan minimal rotasi empat kali. Maka harus dibuat daftar susunan menu makanan bagi penderita autis.
Para ahli gizi juga merekomendasikan perubahan menu makanan secara perlahan-lahan. Jangan tiba-tiba mengambil makanan yang mereka kenal, dan tidak pernah menunjukkannya lagi, dan memperkenalkan semua makanan baru. Sebaiknya gunakan pendekatan bertahap: mencari makanan alternatif yang mirip dalam penampilan, tekstur, dan rasa dengan makanan lama sehingga perubahan tidak akan mengejutkan.

h. Suplemen makanan
Penderita autis umumnya mengalami defisiensi vitamin dan mineral akibat perlakuan diet yang cukup ketat. Dengan demikian, dibutuhkan suplemen makanan seperti :
- Kalsium (calcium citrate)
- Magnesium (magnesium glycinate)
- Zinc
- Selenium
- Vitamin A
- Vitamin B kompleks
- Vitamin B6 dosis tinggi atau dalam bentuk jadi P5P
- Vitamin C dosis tinggi (bentuk esters) dan vitamin E
- Multimineral yang tidak mengandung copper dan manganese
- asam lemak esensial yang mengandung omega 3 & 6 dan asam amino
- kolostrum dan enzim probiotik
- methylsulfonylmethane dan ubiquinone
- yeast control, biotin, taurin, dan reduced L-glutathione.

Bagaimana HD Menolong?
HD dapat digunakan sebagai salah satu terapi biomedik, dimana melalui nutrisi lengkap yang terdapat di dalam produk HD, dapat diharapkan terjadinya kemajuan menggembirakan dari anak yang menderita autis.
Produk HD yang dapat digunakan untuk membantu penderita autis:
1) Honey Bee Pollens

- Memiliki kandungan 18 asam amino termasuk asam amino esensial, termasuk omega 3 dan omega 6, yang merupakan zat pembangun bagi pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan.
- Vitamin dengan sprektrum lengkap, terutama Vitamin B12 dan E. Juga vitamin B1, B2, B3, B5, C, dan vitamin D dengan jumlah yang signifikan yang diperlukan untuk pertumbuhan, perkembangan, perbaikan, dan pemeliharaan sel tubuh, serta meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah sakit.
- Sejumlah mineral penting, termasuk kalsium, fosfor, zat besi, sodium, potassium, aluminium, dan magnesium.
- Antioksidan, enzim, dan co-enzim yang diperlukan untuk proses pencernaan makanan serta proses sintesa dalam tubuh.
- Karbohidrat dan asam lemak.

High Desert memiliki surat keterangan yang berisi hasil evaluasi Yayasan Pendidikan Lasipala Bina Wicara, Bogor, yang menyatakan bahwa 95% anak penyandang autisme yang mengonsumsi HDI Honeybee PollenS dan HDI Clover Honey menunjukkan perkembangan positif berupa nafsu makan bertambah, konsentrasi belajar meningkat, hiperaktivitas berkurang, mimisan dan ingus berhenti, serta daya tahan tubuh meningkat.

2) Clover Honey
 Merupakan madu asli tanpa pemrosesan sehingga amat baik dikonsumsi baik oleh anak maupun dewasa.
Pada kasus autisme, Clover Honey akan berperan sebagai prebiotik yang meningkatkan kinerja bakteri baik dalam usus sehingga dapat membantu memperbaiki proses pencernaan.


3) Royale Jelly Liquid
- Mengandung asam lemak esensial. Royal Jelly merupakan satu-satunya produk alami yang memiliki kandungan 10-HAD (trans-10-hydroxy-2-decenoid acid).
- Vitamin C, A, D, E, K, dan B kompleks (seperti B1, B2, B6, B12, biotin, asam folat, dan inositol). Selain itu juga kaya akan B5 (asam pantotenat) yang dikenal khasiatnya untuk mengurangi tingkat stress.
- Asetilkolin yang bertanggungjawab dalam perkembangan otak.
- Enzim dan ko-enzim.
- Mineral.

4) Dt. Enzymemineral
 Dengan enzim bromelain, enzim papain, dan berbagai mineral membantu menguraikan zat makanan agar mudah diserap tubuh, membantu proses penyembuhan luka, serta mengurangi pembengkakan atau peradangan di lambung, seperti yang kerap dialami penderita gastritis, dan terbukti aktif membantu melancarkan pencernaan, serta mencegah rasa panas dalam lambung.

***

info dan pemesanan, silahkan menghubungi:
icha 
WA/Telp: 085267504271

3 Responses to "Nutrisi Bagi Penderita Autis"

  1. Bemanfaat sekali artikelnya...

    BalasHapus
  2. Bemanfaat sekali artikelnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih untuk kunjungannya mbak Nien :)

      Hapus

Harap memberikan komentar yang relevan dengan post, bukan spam, dan tidak menggunakan kata-kata kasar atau menyinggung SARA.
Terimakasih.